Gila Online

 

Dunia Maya memiliki banyak sisi unik yang bisa jadi nggak akan habis untuk dibahas. Walau sudah sering dikuak, masih saja ada tema hangat tentang dunia maya untuk disajikan. Termaksud yang sedang ‘on fire’ akhir ā€“ akhir ini, Gila Online.

 

GILA ONLINE


Gila sebenarnya adalah istilah untuk menggambarkan kondisi kejiwaan seseorang yang benar-benar teracuni alias kecanduan dunia maya. Walau bukan seperti orang gila yang lupa ingatan, gila online sering kali membuat korbannya lupa waktu, ibadah, dan keluarga. Bayangkan saja, waktu menjadi hal biasa yang hilang saat tangan telah menekan tombol-tombol huruf Hp atau keyboard dalam rangka facebook-an. Uang menjadi barang yang seringkali di hambur-hamburkan gara-gara permainan online. Prioritas hidup untuk ibadah pun menjadi berubah menjadi hidup untuk chatting-an. Dan posisi keluarga yang selalu setia menemani sejak kecil tergeser oleh para sohib mayanya di dunia antah berantah.

PEDANG DUNIA MAYA

Harus diakui bahwa penggunaan fasilitas internet dewasa ini cenderung mengikuti jalur negative. Ibarat pedang, internet sekarang lebih banyak digunakan untuk membunuh korban Nggak berdosa daripada membela kehormatan orang-orang tertindas. Ini didasarkan pada merembaknya berbagai kasus kejahatan yang merebak di dunia maya. Dari penculikan hingga prostitusi, dunia maya menjadi corong kejelekan yang efektif untuk melakukan tindakan itu. Dan lagi-lagi yang banyak menjadi korbannya adalah remaja. Naudzubillahimindzalik

Tentu kita masih ingat dengan musibah yang menimpa beberapa remaja putrid di berbagai pelosok negeri. Ada yang diculik setelah kenalan di facebook.Ada pula yang tidak hanya diculik tapi juga diperlakukan nggak senonoh. Lalu, kita juga patut prihatin karena banyak pula yang menjadi korban penipuan. Bukan hanya tertipu secara materi tetapi adapula yang tertipu secara non-materi, Walau ada yang mendapat jodoh melalui jalur online, tapi ternyata banyak juga yang bercerai karena jalur online.

Hati ini semakin miris ketika mendengar kabar ternyata dunia maya bisa menjadi sebab seseorang rela menghabisi kehidupan berharganya. Bukti ini terjadi di Gresik, Jawa Timur beberapa bulan yang lalu. Kejadiannya dimulai dari keinginan seorang anak untuk memiliki Hp yang punya layanan Facebook (FB). Tapi karena orang tuanya tidak memiliki cukup uang dan hanya sanggup membelikaan Hp dengan fitur sederhana, si anak menjadi ngambek. Ia memprotes keputusan orang tuanya yang tak sanggup menuruti keinginannya dengan membelikan Hp yang baru saja dibeli. Sayang, orang tua si anak kurang merenspon dan tanpa piker panjang, si anak akhirnya nekad menghabisi dirinya dengan jalan gantung diri.

GILA ONLINE = PRESTASI MENURUN

Kecanduan online secara umum juga membuat banyak orang mengalami penurunan prestasi. Menurut seorang peneliti di Ohio State University, semakin sering seseorang menggunakan facebook maka prestasinya semakin menurun. Ini dikarenakan orang tersebut akan menjadi malas untuk ber-facebook-ria. Walau ini tidak terjadi pada semua orang, penggunaan facebook atau layanan internet lain secara berlebihan nyatanya memang menyebabkan banyak orang menjadi malas belajar dan berkembang.

Tentu kita perlu waspada juga karena gila facebook juga bisa mengendorkan semangat kerja. Banyak yang sudah kecanduan facebook jadi lebih perhatian dengan “status baru” atau “pesan masuk” daripada bekerja meraih prestasi Sampai-sampai, ada seorang karyawati yang dipecat oleh perusahannya karena ketahuan selalu facebook-an saat bekerja.

Tentunya kasus ini (facebook) saat bekerja adalah suatu bentuk kedhaliman kepada orang lain. Bukankah dia dibayar untuk menyelesaikan pekerjaannya? Mengapa ia membuang waktunya untuk kepentingan pribadi yang nggak bermanfaat? Gara-gara facebook dan online, banyak manfaat dan kebaikan tersiakan. Bukankah ini suatu bentuk pembunuhan terhadap waktu yang mestinya bisa menghasilkan banyak manfaat? Coba kita ingat kembali sabda qudwah terbaik kita SAW, ”Bersemangatlah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu dan janganlah bersifat lemah.”

Patutlah kita tanyakan seberapa besar manfaat online yang telah kita lakukan? Jawabnya ada pada diri kita. Dan tentunya kita mesti ingat semua anggota tubuh kita yang telah kita pergunakan untuk hal buruk-buruk akan bersaksi kelak di akhirat, di saat lisan kita terkunci, maka merekalah yang akan bersaksi tentang tindakan yang telah dilakukan.

TEMPATKAN IA PADA TEMPATNYA?

Sobat muda, kemudahan teknologi yang ditawarkan kepada kita adalah nikmat dari-Nya. Kita usahakan nikmat yang begitu agung jangan sampai membuat kita menjadi lupa daratan dan terlena. Tekhnologi hanyalah sarana kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sebaliknya. Jangan mudah terperdaya dengan murahnya plus gratisnya layanan internet yang ditawarkan oleh para provider. Ingat, mereka tak mau peduli berbagai kerugian yang bakal ditanggung. Yang mereka pedulikan hanyalah untung dan untung yang akan didapat jika banyak orang menggunakan layanan mereka.

Pun, kita tidak perlu antipasti dengan dunia maya. Bagaimanapun juga, dia tetap menawarkan sisi positif yang bisa kita manfaatkan untuk kegiatan mulia. Kegiatan dakwah, proses belajar, dan mencari rezeki bisa juga dijalankan dari dunia maya. Tak jarang, aktivitas yang dilakukan di dunia maya justru menghasilkan banyak keuntungan bila dibandingkan dunia nyata. Sepanjang semua dijalani dengan jalan yang halal, maka keberkahan pun akan selalu kita dapat.

Semua kembali kepada diri kita. Ibarat racun, dunia maya bisa bermanfaat untuk membunuh predator/penggangu dan bisa juga membunuh kita. Kalo dia digunakan dengan tepat, maka manfaatlah yang akan kita petik. Sebaliknya, jika digunakan untuk hal yang tidak baik maka dia akan menjadi racun layaknya pestisida yang kamu minum dengan sengaja.

Sumber:

Majalah Elfata edisi 04 vol 10 2010

 

Perihal Goegoem
the identification unknown........ identitas tidak diketahui.........

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: