sudah OPTIMIS? sebentar…..

“Apa yang terjadi dengan Odi? Kemaren tampaknya optimis banget bisa masuk sekolah favorit. Ternyata gagal juga…”

Pernah keheranan dengan orang yang optimis namun ternyata gagal? Semuanya memang tergantung takdir Allh SWT. Tapi sekadar optimis ternyata belum mencukupi., Optimis tanpa dasar kuat akan sia – sia. Optimis tanpa persiapan, rencana, ketekunan, kerja keras, kemampuan bisa menghasilkan nol besar.

Lalu, apakah salah jika seseorang memiliki optimisme yang tinggi? jika orang tersebut telah memiliki optimisme, lalu apa saja yang bisa menghambatnya sehingga gagal mewujudkan cita-cita ayau impiannya? Simak bahasanya di bawah ini!

MEMBUMI

Selamanya, kita terikat waktu. Masa lalu telah menjadi sejarah. Ia memberi banyak pelajaran tetapi jangan sampai kita hidup di dalamnya dan terlilit belenggunya. Sementara masa depan masih berupa misteri dan keajaiban. Masa lalu adalah peta tentang dari mana kamu dan masa depan merupakan wilayah tentang kamu. Tugas kita adalah menggoreskan pena imajinasi tentang masa depan di atas kertas sejarah masa lalu.

Optimisme akan masa depan tidak dibangun di atas impian kosong. Kalau sekadar bicara harapan dan impian, tentu semua orang ingin makmur, hidup enak, terhormat lalu masuk surga. Namun dalam kenyataan berapa yang bisa mewujudkan impian tersebut?

Masa depan harus dibangun dengan optimisme alamiah yang membumi dan hanya bisa dijawab oleh kualitas pribadi kita untuk menggunakan masa sekarang ini. Bagaimana cara kita mengisi hari-hari masa sekarang sebenarnya itulah gambaran paling terpercaya untuk memahami masa depan kita.

Bagaimana cara membangun optimisme yang membumi? ikuti langkah alamiah berikut ini!

KEYAKINAN

Pertama, kita butuh keyakinan faktual sebagai alasan mengapa kita punya optimisme kuat. kita perlu memahami persoalan dalam hidup kita secara utuh. Jika sudah, maka kita tahu bagaimana masalah hidup kita itu akan berakhir. Pemahaman terhadap keadaan hidup kita ini wajib kita miliki.

Maka, carilah alasan-alasan sehingga kamu merasa layak untuk yakin. Berilah dirimu alasan yang kuat, mengapa kamu pantas memiliki keyakinan tentang suatu hal.

Keyakinan kita sering datang saat kita mampu untuk tahu bagaimana sesuatu terjadi. Karena itu, kita butuh data, informasi perkembangan pelaksanaan, dan standar solusi terhadap apa yang akan kita kerjakan. Data-data ini kita ambil dari pengalaman dan pengetahuan kita, juga orang lain.

Kedua, kita butuh keyakinan mental, terutama ketika kita sedang menghadapi pekerjaan yang sifatnya baru mulai. Saat kita tidak punya keyakinan mental maka kita sulit merasa puas dalam diri kita.

Bagaimana orang lain memberlakukan kita diawali dari bagaimana kita memberlakukan diri kita. Jika kita tidak yakin bahwa kita memiliki kemampuan untuk bermain secara utuh, maka kita ragu-ragu untuk sukses. Dalam teori Samurai, prajurit yang biasanya membunuh musuh adalah prajurit yangpunya persiapan prnuh untuk mati. Sebaliknya  prajurit yang biasanya tertikam oleh pedang musuh adalah mereka yang keyakinannya setengah-setengah.

Keyakinan bahwa kita memiliki kemampuan meraih sukses melahirkan pribadi yang puas terhadap kehidupan dan oleh karena itu energi yang dihasilkan bersifat positif. Energi inilah yang akan melindungi keyakinan kita dari keragu-raguan, rasa tidak berdaya, pesimisme tidak eralasan, rasa khawatir yang berlebihan terhadap tahayul ‘jangan-jangan’ dan kebingungan serta intimidasi orang lain.

KONTROL DIRI

Kontrol diri berkaitan erat dengan bagaimana kita menggunakan pilihan hidup. Selama hidup, kita selalu disodori sejumlah pilihan. Mana yang akan kamu pilih: kamu jengkel karena keadaan semrawut atau karena kamu jengkel sehingga keadaan menjadi semrawut? Mana yang akan kamu pilih: berpikir negatif karena keadaan negatif karena keadaan yang negatif atau karena kamu berpikir negatif sehingga keadaan menjadi negatif? sebagai manusia biasa, kadang kita tergelincir ke dalam situasi hidup bahwa realitas adalah monster sehingga di hadapannya kita tidak sempat menyadari bahwa realitas adalah hasil pilihan.

Ketika kontrol diri tidak lagi berada pada kesadaran bahwa realitas adalah hasil pilihan maka optimisme mulai meninggalkan kita. Saat itulah kita tergoda untuk percaya bahwa lebih besar tantangan ketimbang kemampuan, lebih banyak problem ketimbang solusi, keterbatasan lebih berkuasa ketimbang keunggulan, dan semua yang kita lakukan pantas dianggap nol besar.

Kesadaran yang kita butuhkan untuk membangun optimisme adalah kesadaran model Hukum Petani. Hukum Petani memberi isyarat bahwa tidak ada akibat tanpa sebab yang bukan sembarang sebab tetapi sebab yang didukung oleh pengetahuan tentang bibit unggul, tanah yang subur, dan kecocokan musim selain juga dibutuhkan sistem perawatan. Rawatlah benih yang kamu taburkan di atas tanah yang sudah kamu yakini kesuburannya dan kecocokan musimnya dengan menaburkan pupuk dan pengairan yang cukup. Untuk diri kita, berilah pupuk yang mereknya bernama fokus, komitmen pada yujuan akhir, konsistensi, atau determinasi. Setelah semua kamu berikan, istirahatlah yang cukup.

Dengan memahami cara-cara di atas, maka semoga kita semua dapat membangun optimisme yang membumi sehingga tidak terjadi frustrasi karena kita gagal mencapai apa yang kita inginkan. (Majalah Elfata edisi 12 Volume 07 tahun 2007)

Perihal Goegoem
the identification unknown........ identitas tidak diketahui.........

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: